.
 

Romaji Translator

Kali ini kita akan sedikit mereview situs Romaji Translator di romaji.org. Di web site tersebut kamu bisa memasukkan teks bahasa Jepang (kanji, hiragana, dan katakana) misalnya dari suatu situs dan dia akan mengubahnya menjadi huruf latin. Mungkin bisa menjadi perkakas yang bisa dimanfaatkan mereka yang baru belajar bahasa Jepang.

Antarmuka

Antarmuka romaji.org
Antarmukanya cukup sederhana. Pertama kamu bisa memilih apakah ingin transliterasi ke romaji atau hiragana dari dropdown (1). Lalu kamu bisa menentukan bagaimana hasil konversinya diselipkan melalui (2). Kemungkinan pada (2) adalah:
Mode line by line romaji.org
a) line by line: Romajinya untuk tiap baris akan dimasukkan di bawah baris yang bersangkutan

Mode text blob romaji.org
b) separate text blobs: Semua romajinya akan diletakkan di akhir teks Jepangnya.
Mode tooltip romaji.org
c) windows style tool tips: Romajinya baru keluar kalau kita mengistirahatkan kursor mouse di baris yang bersangkutan.
Langkah pertama adalah menentukan mana yang kita inginkan di (1) dan (2) lalu menekan tombol “click to set” (3). Setelahnya kita tinggal memasukkan teksnya di (4) lalu terakhir menekan tombol (5) untuk mendapatkan hasilnya.

Tes 1: Kalimat buatan sederhana

Kita akan mencoba serangkaian tes untuk menguji kemampuan program di situs tersebut. Pertama adalah teks mudah berikut:
はじめまして。 hajimemashite.
私は夢子です。日本語が大好きです。 watashi wa yumeko desu. nihongo ga daisuki desu.
よろしくおねがいします。 yoroshiku onegai shimasu
Perkenalkan.
Saya Yumeko. Saya sangat suka bahasa Jepang.
Mohon kebaikannya.
Inilah hasilnya:
hajimemashite .
watashi ha yumeko desu . nihongo ga daisuki desu .
yoroshikuonegaishimasu .
Secara umum dia menerjemahkan teks tersebut dengan baik. Hanya saja, perhatikan bahwa program tersebut menggunakan romanisasi yang selalu menulis は sebagai “ha”, へ sebagai “he”, dan を sebagai “wo”. Jadi kalau menggunakan program tersebut, kamu harus tahu bahwa “ha” harus dibaca “wa” saat dia sebagai partikel topik. Pada contoh teks di atas, cara membaca yang benar tentunya “watashi wa…” walaupun tertulisnya “watashi ha”. (Baca juga lebih lanjut untuk kasus “he” maupun “wo”).
Kedua, di bahasa Jepang memang tidak digunakan spasi. Nah pemecahan kata yang dilakukan program ini belum tentu optimal. Misalnya “yoroshiku onegai shimasu” ditulis sebagai “yoroshikuonegaishimasu” yang kelewat panjang.

Tes 2: Kalimat dari ensiklopedia

Berikutnya adalah teks dari Wikipedia bahasa Jepang:
第二次世界大戦(だいにじせかいたいせん)は、1939年から1945年にかけて連合国と枢軸国の二つの陣営で 行われた人類史上二度目の世界大戦。主な戦場はヨーロッパ戦線とアジア・太平洋戦線の二つ。両陣営合わせて、数千万人の死者を出す人類史上最大の戦争と なった。戦争は連合国の勝利で終わった。第二次大戦ともいい、今日の日本では単に「戦争」といった場合、第二次世界大戦を指すことが多い。
Untuk hasilnya silahkan coba masukkan sendiri. Di sini kita akan membahas masalah atau hal menarik yang ada saja.
Pertama, program itu tidak memberikan cara baca angka. Jadi 1939 tetap menjadi 1939. Oleh karenanya, kamu tidak bisa menggunakan program ini untuk belajar membaca angka.
Lalu, satu kanji bisa memiliki banyak bacaan dan dia belum tentu memberikan bacaan yang benar. Misalnya 枢軸国 seharusnya dibaca suujiku-koku (negara-negara poros) namun program tersebut memberikan suujiku kuni
Ketiga, perhatikan bahwa suara vokal panjang ー ditransliterasikan sebagai ^. Jadi “yo^roppa” harus kamu baca “yooroppa”.
Terakhir, berbeda dengan kasus sebelumnya yang tidak memecah kata sehingga terlalu panjang, kali ini terdapat juga pemecahan yang membingungkan misalnya “owa tta” yang sebetulnya satu kata owatta (bentuk lampau owaru, berakhir).

Tes 3: Lirik lagu

Untuk tes terakhir kita akan menggunakan lirik lagu Take off is now! (dengar di YouTube).
Selain masalah-masalah sebelumnya, masalah baru di sini adalah パッと yang ditulis menjadi “patsu to” padahal seharusnya patto. Sepertinya program ini tidak bisa menangani perubahan dari katakana ke hiragana seperti ini. Padahal di lagu tersebut banyak onomatop yang ditulis seperti ini (dobatto, saratto, sukitto, dotto, dll).

Kesimpulan

Tool http://romaji.org/ bisa menjadi alat yang berguna, hanya saja kita harus tahu keterbatasannya. Sebagai contoh, kita tidak bisa mengharapkannya untuk menghasilkan romaji lagu yang berkualitas sebagaimana romaji buatan tangan. Ini karena dia bisa memberi bacaan kanji yang salah, romanisasi yang tidak umum, dan pemecahan kata yang aneh.
Kamu bisa menggunakan mode tool tip dari situs tersebut untuk latihan membaca bagian-bagian kana dari suatu kalimat. Bisa juga untuk main detektif-detektifan dalam menavigasi situs, misalnya untuk mencari link yang tulisannya download (daunroodo). Kalau memanfaatkan transliterasinya untuk memahami satu kalimat, hati-hatilah terutama dengan pemotongan katanya yang tidak wajar.
Saya pribadi menyarankan bagi segenap pelajar bahasa Jepang untuk sesegera mungkin belajar hiragana dan katakana. Setelah mempelajari kedua huruf tersebut, kamu bisa menggunakan tool yang lebih powerful dan berguna yaitu rikaichan.
Jadi penilaian akhir Yumeko adalah: “Kalau memang perlu gunakan dengan hati-hati, namun usahakan untuk secepatnya belajar kana”

1 komentar:

Anonim mengatakan...

GAK LENGKAP ?!!

Poskan Komentar