.
 

Dasar Memahami Kanji

HURUF KANJI

Huruf kanji berasal dari Cina yang masuk melalui pertukaran budaya dan perdagangan sejak 1300 sebelum masehi.

Dalam Kamus Besar Kanji (Daikanwa jiten) terdapat sekitar 50.000 kaji yang terdaftar. Namun sejak tahun 1946 kementrian penerangan Jepang menetapkan 1.850 huruf sebagai Tõyõkanji (kanji yang umum digunakan). Kemudian pada tahun 1981diterbitkanlah daftar kanji yang harus dipelajari oleh rakyat Jepang secara resmi, daftar kanji resmi ini desebut Jõyõkanji yang berjumlah 1.945 huruf (sama dengan tahun kemerdekaan Indonesia). Jõyõkanji merupakan kanji yang diklasifikasikan berdasarkan cara baca yang sering muncul atau umum digunakan. Selain itu sebenarnya pada kanji Jõyõkanji ini terdapat cara baca di luar yang diwajibkan atau hanya cukup untuk diketahui sejumlah sekitar 4.000 cara baca.

Satu huruf kanji dalam bahasa Jepang bisa mewakili satu makna atau satu kata, atau gabungan dari dua buah kanji yang memiliki satu makna. Gabungan dua buah kanji ini disebut sebagai kanji Jukugo.

Memahami kanji berdasarkan klasifikasinya

Untuk memahami makna dan bentuk sebuah kanji paling tidak dapat dilihat dari enam konsep klasifikasi kanji.

1.      Sõkei moji.

Shõkei berarti wujud, bentuk, fenomena. Kelompok kanji ini berkaitan dengan penggambaran suatu bentuk atau wujud objek.

2.      Shiji moji.

Shiji artinya petunjuk, menyatakan arah. Kelompok kanji ini menggambarkan arah atau petunjuk.

3.      Kaii moji.

Kaii berarti penggabungan makna. Kelompok kanji ini terdiri dari gabungan dua bagian kanji hingga membentuk satu kanji dan satu makna.

4.      Keisei moji.

Keisei berarti ‘sama bentuk dan bunyi'. Kelompok kanji ini merupakan gabungan bagian-bagian kanji atau bushu yang kemudian bunyinya ditentukan oleh bunyi salah satu kanji atau bushu-nya.

5. Tenchuu moji

Tenchuu berarti makna yang meluas. Kelompok kanji ini menjelaskan tentang makna lain yang lebih luas, mirip dengan makna aslinya dari sebuah kanji dasar. Kelompok kanji ini tidak banyak.

Misalnya:

止(dibaca: tome) memiliki makna lain yang lebih meluas menjadi 停止 (dibaca: teishi, artinya: berhenti), dan 中止 (dibaca: chuushi, artinya: batal).

行(dibaca: i, gyou, artinya: jalan), 行う(dibaca: okonau, artinya: menyelenggarakan)

楽 (dibaca: raku, artinya: nyaman), 楽しい (dibaca: tanoshii, artinya: menyenangkan).

6. Kasha moji

Kasha berasal dari kata kariru yang berarti ‘meminjam'. Kanji yang termasuk kelompok ini adalah kanji yang menjelaskan nama berdasarkan bunyi suatu kanji tanpa memperhatikan arti. Kanji ini sering muncul pada kata serapan.

Misalnya:

台湾 (Taiwan)

亜米利加 (dibaca: Amerika, Amerika)

伊太利亜 (dibaca: Itaria, Italia)

濠太剌利 (dibaca: Oosutaria, Austria)

巴里 (dibaca: pari, Paris)

珈琲 (dibaca: kõhii, kopi)

Kanji-kanji ini jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kecuali pada saat-saat tertentu seperti dalam penulisan koran dan sejenisnya. Sebagai pengganti kanji-kanji ini, orang Jepang lebih sering menuliskannya dengan menggunakan katakana.

Dari keenam dasar kalisifikasi di atas hanya Shõkei moji, Shijimoji dan Kaiimoji yang paling sering dalam kemunculannya.

0 komentar:

Poskan Komentar